Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

13 September 2016

Gadget for Education (Sebuah Refleksi Seorang Guru)


oleh :
Drs. Sartono, M.Si.

“Dengan internet, kita bisa menjadi pintar dan kaya”. Demikianlah yang selalu saya sampaikan pada para siswa ketika menggunakan internet untuk pembelajaran. Saya ceritakan pengalaman pribadi bagaimana mudahnya mencari informasi dan data untuk menulis sebuah makalah atau penelitian untuk dilombakan di berbagai event. Saya ceritakan pula bagaimana asyiknya ketika meraup beberapa ratus dollar saat mencairkan cheq dari Google Adsense. (Sambil terperangah seakan tak percaya, mereka memperhatikan print out  cheq seratus dollar lebih dari Google Adsense saya)
Hal ini ternyata bisa membakar semangat para siswa untuk bersemangat menggunakan internet, bukan sekedar browsing dan chatting saja, melainkan juga untuk menggali dan meningkatkan potensi diri. Terbukti banyak siswa kami yang mampu membuat blog bahkan juara menulis  blog tingkat nasional, yaitu: Rima Faiqoh Agustine (Juara 2 Lomba Penulisan Blog Kompas-Gramedia, 2010), dan Ahmad Muharrom (Juara 1 Nasional Penulisan Blog : Gadget untuk Pendidikan, di SMAN 1 Sukabumi – Jawa Barat, 2013).  Sementara itu sudah tak terhitung dari mereka yang menggunakan internet sebagai sumber informasi untuk berbagai lomba, dan olimpiade tingkat nasional. Semua itu merupakan bukti mudahnya internet memintarkan para siswa.

07 September 2016

Penggunaan Evaluasi Pembelajaran Murah Berbasis Android : Urgensi, Kendala, dan Solusinya



Penggunaan Evaluasi Pembelajaran Murah
Berbasis Android : Urgensi, Kendala, dan Solusinya




BAB I PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang juga dikenal dengan istilah Komputer Based Test (CBT) secara online pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 di SMP Indonesia di Singapura dan di Kuala Lumpur. Hasilnya cukup menggembirakan khususnya dalam meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi. Keberhasilan ini dilanjutkan pada tahun pelajaran 2015/2016 pada beberapa SMA/MA dan SMP/MTs baik negeri maupun swasta serta luar negeri, yaitu berjumlah 556 sekolah, yaitu 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK. Semua mencakup dalam 29 provinsi dan luar negeri.[1]
Sesuai dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan ujian nasional adalah untuk mengukur pencapaian komptensi secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Selain itu, ujian nasional dilaksanakan untuk melaksanakan amanah PP 19/2015 yang telah direvisi menjadi PP 32/2014 dan PP 13/2015 bahwa ujian nasional merupakan subsistem penilaian dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang menjadi salah satu tolok ukur pencapaian SNP dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.[2] Adapun manfaat dari ujian nasional bahwa hasilnya akan digunakan untuk : (a) pemetaan mutu program pendidikan dan  atau satuan pendidikan. (b) pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan (c) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan untuk pemetaan dan peningkatan mutu pendidikan.
Memang, pemerintah memandang UNBK memiliki banyak keunggulan, di antaranya :
1) Lebih kecil kemungkinan terjadinya keterlambatan pengiriman soal, tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal;
            2)  Tidak ada kerumitan dalam pengumpulan dan koreksi LJUN;
3)  Gambar-gambar dalam soal menjadi jelas;
4)  Lebih mengakomodasikan siswa yang memiliki ketunaan, karena gambar bisa diperbesar;
5)  Hasil UN bisa diumumkan dengan lebih cepat;
6)  Lebih mudah pengamanan dan penyediaan logistik.[3]

08 Juni 2012

“Meski Sama Kuningnya, Kita Tidak Mungkin Bisa Mengasah Batubata Menjadi Emas”



               Adalah siswa saya Rima Faiqoh Agustine yang memenangi Juara 2 Tingkat Nasional Lomba Blog Remaja di Gramedia dan Kompas tahun 2008 lalu. Ia pun juga memenangi lomba bidang yang sama tingkat Provinsi Jawa Timur saat Olimpiade Madrasah tahun 2009. Waktu itu juara pertamanya adalah Sarjana S1 dan Juara ketiganya Mahasiswa D3 Arsitektur. Padahal siswa saya masih duduk di MA (setingkat SMA) kelas 1. Karena prestasi dan sertifikat perolehannya ia diterima tanpa tes (jalur undangan) di ITS Surabaya jurusan yang pas yaitu Teknik Informatika. Memang aneh dan membanggakan untuk ukuran ‘sekolah udik’ macam kami.