Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google
Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

22 November 2011

Kata Penghubung Antarkalimat

Kata penghubung (konjungsi) antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Tujuannya agar memperoleh makna yang lebih lengkap dibandingkan bila kalimat-kalimat tersebut berdiri sendiri-sendiri. Berbeda dengan kata penghubung antarkata yang posisinya di dalam suatu kalimat, posisi kata penghubung antarkalimat  ini harus selalu ditempatkan di awal kalimat penghubungnya dan harus diberikan tanda koma (,).
Contoh :
 * Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri. 
    Menteri Perdagangan belum menghentikan impor  sepatu dari Cina.

Perbaikannya :


  * Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri. Namun, 
    Menteri Perdagangan belum menghentikan impor  sepatu dari Cina.

Dengan menambahkan kata penghubung namun, pada kedua kalimat tersebut sehingga menyatakan makna  tambahan makna  ironis / kontradiksi realitas.



Macam-macam makna kata penghubungan antarkalimat dapat dibedakan
sebagai berikut :
a. Menyatakan pertentangan : namun, akan tetapi
    (1) Pada tahun pertama nilainya selalu A. Namun, pada tahun kedua 
          nilainya semua D.u
    (2) Akhir-akhir ini judi togel semakin marak di desa-desa. Akan tetapi
          para penegak hukum seakan-akan menutup mata saja.
b. Menyatakan kelanjutan : kemudian, setelah itu.
     (3) Mula-mula kami pergi ke sekolah. Setelah itu, kami bersama-sama 
          menjenguk kepala sekolah di rumah sakit.
     (4) Kami makan nasi pecel. Kemudian, kami mengambil es dawet. 
c. Menyatakan ada hal lainnya: selain itu
      (5) Orang tuanya sangat mendukung cita-citanya untuk menjadi pilot. 
           Selain itu, calon mertuanya juga siap membantu bila dibutuhkan.
d. Menyatakan kebalikan: sebaliknya
      (6) Ayahnya sangat mendukung keinginan anaknya untuk bekerja di luar 
            negeri. Sebaliknya, ibunya malah menolak keinginan anaknya.
e. Menyatakan keadaan sebenarnya: sesungguhnya
      (7) Dia bekerja sebagai kuli sapu dalam perusahaan itu. Sesungguhnya
            hal itu merupakan ujian mental baginya sebelum menerima jabatan 
            ayahnya sebagai direktur perusahaan.  
f. Menyatakan penguatan dari hal sebelumnya: bahkan 
      (8) Setiap hari orang tua itu berangkat bekerja dengan berjalan kaki. 
            Bahkanpulangnya  selalu pada larut malam.
g. Menyatakan kesediaan melakukan hal yang berbeda: biarpun begitu
      (9) Setiap pagi ayah selalu berlari mengelilingi stadion. Biarpun begitu,
            tak tampak kelelahannya.
h. Menyatakan kekhususan: kecuali itu
     (10) Karena prestasinya dia mendapat hadiah mobil. Kecuali itu, dia
             juga diberikan rumah BTN tipe 54.
i. Menyatakan akibat: akibatnya
     (11) Setiap malam dia hanya bergadang bersama kawan-kawannya.
            Akibatnya, nilai ujian mereka jelek sekali.
j. Menyatakan konsekuensi: dengan demikian
      (12) Dia mendapat hukuman skors selama seminggu. Dengan demikian,
              diharapkan dia menyadari akan kesalahannya.
k. Menyatakan ada hal yang mendahului: sebelum itu
      (13) Anak-anak  beristirahat di aula. Sebelum itu, mereka melakukan 
             senam massal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan dan Komentar Anda