Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

28 Oktober 2011

Kalimat Majemuk Setara


                Berdasarkan klausa pembentuknya, kalimat dapat digolongkan menjadi : (a) kalimat tunggal, yaitu kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa, dan (b) kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Dalam hal ini syarat klausa minimal SP, yaitu syarat minimal bagi kalimat tunggal. Karena itu kalimat majemuk dapat dibuat dengan cara menggabungkan beberapa kalimat tunggal.
Adapun kalimat majemuk dapat digolongkan lagi menjadi : (a) kalimat majemuk setara, (b) kalimat majemuk bertingkat, (c) kalimat majemuk rapatan, dan (d) kalimat majemuk campuran.
                Kalimat tunggal telah kita bahas sebelumnya. Kali ini kita hanya membahas kalimat majemuk setara beserta pengertian dan contoh-contoh penggunaannya.
                Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang memiliki dua klausa atau lebih yang memiliki kedudukan yang setara. Kedudukan klausa yang setara pada klausa-klausanya sebagaimana contoh berikut.



                Kalimat tunggal :
(1)    Ayah membaca koran.
   S          P             O
(2)    Ibu memasak di dapur.
  S           P              K    

                Dibentuk menjadi kalimat majemuk setara menjadi :
                      
                      Ayah membaca koran       dan       ibu memasak di dapur.
                        S               P           O           konj.      S        P               K

                Kalimat majemuk setara tersebut kedua klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi, yaitu tidak ada yang menjadi induk kalimat dan tidak ada yang menjadi anak kalimat.

                Kalimat majemuk setara dapat digolongkan lagi menjadi :
A.      Kalimat Majemuk Setara Menjumlahkan
B.      Kalimat Majemuk Setara Mempertentangkan
C.      Kalimat Majemuk Setara Memilih
D.      Kalimat Majemuk Setara Mengurutkan
E.       Kalimat Majemuk Setara Menguatkan

A.      Kalimat Majemuk Setara Menjumlahkan
Kalimat majemuk setara menjumlahkan sering disebut juga kalimat majemuk setara sejalan. Kalimat majemuk setara ini menyatakan penjumlahan atau penggabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, dan proses. Konjungsi atau kata penghubung yang digunakan adalah : dan, serta, baik, maupun.
Contoh :
(1)    Ita dan kakaknya sedang berada di Jakarta.
(2)    Ibu serta ayah menghadiri rapat di balai desa.
(3)    Mencuri maupun merampok adalah tindakan melawan hukum.
(4)    Baik saya maupun dia tidak menyetujui keputusanmu.

B.      Kalimat Majemuk Setara Mempertentangkan
Kalimat majemuk setara mempertentangkan menyatakan apa saja yang disampaikan pada klausa pertama dipertentangkan dengan klausa kedua. Konjungsi yang digunakan adalah : tetapi, sedangkan, bukannya, melainkan.
Contoh :
(1)    Ibunya menyetujui tetapi ayahnya menolaknya.
(2)    Ia pergi ke Jakarta sedangkan saya pergi ke Denpasar.
(3)    Aku yang mencarimu, bukannya dia.
(4)    Aku tidak mengkhianatimu, melainkan dia yang melakukannya.

C.      Kalimat Majemuk Setara Memilih
Kalimat majemuk setara memilih menyatakan pilihan di antara dua pilihan atau lebih. Konjungsi adalah : atau.
Contoh :
(1)    Kamu pergi dengannya atau tetap bersamaku di sini.
(2)    Kamu minta nasi goreng atau rawon.
(3)    Berbicara atau menulis merupakan keterampilan kreatif.
(4)    Aku atau diakah yang kau pilih?

D.      Kalimat Majemuk Setara Mengurutkan
Kalimat majemuk setara mengurutkan menyatakan kejadian yang berurutan. Konjungsi yang digunakan adalah : lalu, kemudian.
Contoh :
(1)    Saya pergi sekolah lalu ke masjid dekat alun-alun.
(2)    Mereka datang bersama-sama kemudian pergi satu-persatu.

E.       Kalimat Majemuk Setara Menguatkan
Kalimat majemuk setara menguatkan menyatakan makna yang lebih kuat bagi klausa sebelumnya. Konjungsi yang digunakan adalah : bahkan.
Contoh :
(1)    Dia pergi ke sendiri, bahkan dengan berjalan kaki.
(2)    Dia memarahi bahkan menghajar kami semua.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan dan Komentar Anda