Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

30 Mei 2012

Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis TIK: Antara Kebutuhan dan Keniscayaan Pembaharuan (Sebuah Catatan Reflektif)

 Oleh : Sartono 
1. Pengantar
          “Aku harus terus mengambil bagian dalam pembaharuan pendidikan di madrasah”, demikian tekad saya sesaat setelah menerima apresiasi dari para petinggi di Dirjen Pendidikan Madrasah pada tahun 2006 silam. Karena memenangi medali perak (Silver Prize) tingkat nasional pada Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT antarguru SMA/MA se-Indonesia, menjelang kepulangan ke Sidoarjo, saya bersama dua nominator lomba madrasah lainnya (yaitu dari MAN Cianjur dan MAN Insan Cendekia) dipanggil oleh Dirjen Madrasah untuk mendapat pengarahan.
          Ini merupakan pengalaman pertama dan luar biasa bagi saya. Sebagai ‘orang udik’ rasanya seperti mimpi bisa bertemu langsung dengan para petinggi pendidikan madrasah di Senayan Jakarta. Dalam arahan yang saya terima, madrasah juga harus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Jangan sampai label ‘gaptek’ terus melekat pada pribadi guru madrasah. Untuk itu saya mendapat amanah ikut berperan dalam pembaharuan pendidikan di madrasah.
          Memang, di lapangan banyak menemui para guru madrasah yang ‘kurang maju’. Hal ini dapat dimaklumi karena bukan ‘anak kandung’ melainkan ‘anak tiri’ Depdikbud / Kemendiknas. Konsekuensinya di samping informasi inovasi pendidikan yang ‘terlambat sampai’, juga terdistorsi oleh sikap puritan para guru madrasah.



2. Berubah dan Membawa Misi Perubahan
          Pada saat lomba tersebut di atas, sebelum kami mempresentasikan karya masing-masing, kami mendapatkan workshop beberapa hari tentang cara membuat media pembelajaran berbasis ICT yang benar. Sebagai guru yang tidak mempunyai dasar pendidikan TIK (karena saya guru bahasa Indonesia), ilmu dan pengalaman tersebut sangat berharga. Ternyata para juri memberikan apresiasi lebih pada semangat belajar otodidak saya karena siap berkompetisi dengan para guru Depdiknas yang umumnya berbasis pendidikan TIK. Setelah saya kembali, kepala madrasah mendaulat saya untuk memberikan workshop bagi sesama guru. Ternyata pimpinan menanggapi positif inovasi pembelajaran ini. Segera setelah workshop, kami membuat dua ‘moving kelas’ yaitu kelas pembelajaran yang dilengkapi dengan komputer, LCD projektor, dan sound system. Hasilnya, banyak guru yang tertantang menggunakan dan menerapkan pembelajaran berbasis TIK/ICT.
          Selanjutnya saya mengusulkan pembuatan wesite madrasah. Karena tidak memiliki guru TIK, sayalah yang memulai mencoba mendesain web mulai dari program Front Page, dan Mambo. Sekarang kami punya website cukup dari Blogspot yang kami belikan domain namun tanpa hosting yang relatif lebih mahal. Pengalaman membuat desain hingga hosting semakin memperkaya pengalaman saya, meskipun semuanya berawal dari modal nekat dan otodidak.
          Ketika internet menjadi wacana dan tuntutan kurikulum, saya minta agar disiapkan jaringan internet. Segera pihak madrasah memenuhinya dan Alhamdulillah kini sudah punya jaringan Wifi. Kini kami leluasa mengajar online dengan sarana blog maupun media presentasi pembelajaran lainnya.

3. Berkarya, Berkarya, dan Terus Berinovasi
          Berbekal ilmu dan pengalaman membuat media pembelajaran, saya buat media pembelajaran untuk mata pelajaran saya. Media–media pembelajaran itu saya buat dengan menggunakan Macromedia / Adobe Flash beserta program editing gambar (Photoshop dan Coreldraw), editing video (Adobe Premiere dan After Effect), maupun editing suara (Cooledit dan Audition). Adapun karya-karya tersebut di antaranya :
a. “Sidoarjo Menangis : Menyimak Berita Televisi” (Edisi 2007),
b. “Mudahnya Menulis Lamaran Pekerjaan” (Edisi 2008), dan
c. “Teknik Membaca Puisi” (Edisi 2009).

          Saya juga berkolabirasi dengan para guru bidang studi lain. Di antaranya :
a. “Tatacara Penyelenggaraan Jenazah” (Fiqih, Edisi 2006), Inilah media yang memenangi Medali Perak  
     (Silver Prize) Nasional pada Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT Guru-guru
     SMA/MA se-Indonesia tahun 2006 oleh Kementerian Pendidikan Nasional,
b. “Mudahnya Melaksanakan Nikah” (Fiqih, Edisi 2008) yang memenangi Juara 1 Nasional pada Lomba
     Pembuatan Media Pembelajaran Guru-guru Madrasah se-Indonesia tahun 2008 oleh Kementerian
     Agama.
c. “Jauhi Narkoba” (Bahasa Arab, Edisi 2009)
d. “Statistika itu Mudah Sekali” (Matematika, Edisi 2010)

          Dalam hal lain ternyata webblog / blog ternyata juga sangat menyihir saya. Beberapa buku saya beli dan banyak tutorial saya pelajari. Saya banyak menyadap ilmu dan semangat para penulis online yang secara tidak mereka sadari menjadi guru online saya. Di antaranya : Pak Sawali, Bang Ono Purbo, Ustad Omjay yang sangat inspiratif, dan masih banyak yang lainnya. Selanjutnya beberapa blog saya buat dan yang paling intensif adalah blog Wacana Bahasa Kita (http://wacana-bahasa.blogspot.com) yang akhirnya memenangi Juara 1 lomba blog kebahasaan tahun 2008 Kemendiknas yang saat itu diadakan di Balai Bahasa Bandung. Apresiasi ini ternyata semakin meningkatkan motivasi saya dalam berkarya pula lewat blog.

4. Berbagi - Berinovasi – Berpacu Prestasi
           Sebagai pribadi guru, saya belum merasa puas bila belum berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain, khususnya para siswa. Beberapa kali undangan untuk memberikan workshop saya peroleh dari beberapa madrasah dan sekolah unggulan (fullday school) di Sidoarjo. Secara khusus saya pernah diundang memberikan presentasi urgensi penggunaan TIK dalam pembelajaran di forum para widyaiswara di lingkungan Kemenag (Bogor, 2007). Undangan istimewa dan tak terlupakan saat saya memberikan workshop bagi guru-guru madrasah tsanawiyah se-Indonesia di Bandung (2009).
          Adapun khusus untuk siswa saya membentuk ekstrakurikuler Desain Media. Ini digunakan untuk mewadahi minat mereka di bidang desain grafis dan multimedia. Hasilnya luar biasa. Saat pembelajaran mereka mampu membuat dan menyampaikan presentasi dengan sangat baik. Beberapa di antaranya berprestasi baik di tingkat kabupaten, dan provinsi. Adapun prestasi nasional sebagai Juara 2 pernah diraih oleh siswi saya (Rima Faiqoh Agustine) pada lomba blog remaja Kompas/Gramedia (2008).
          Sementara itu saat mengajar di FKIP sebuah PTS Surabaya dan UT saya pun harus berbagai pengalaman dan pengetahuan kepada para mahasiswa calon guru. Saya berharap banyak agar pembelajaran mereka menjadi lebih menarik dan bermakna saat menggunakan media pembelajaran yang menggunakan TIK. Semoga karya dan harapan saya bermanfaat bagi semua.

1 komentar:

  1. Saya membaca blog ini terharu..., maju terus mari kita menyongsong teknologi masa depan untuk pendidikan, kunjungi http://pcahyono.blogspot.com/2012/07/berpacu-dalam-teknologi.html#berpacu

    Salam kreatif...

    BalasHapus

Masukan dan Komentar Anda