Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

15 Oktober 2011

Silogisme

Premis
Premis adalah kalimat, pernyataan, atau proposisi yang digunakan sebagai dasar penyusunan kesimpulan dalam logika. Premis digolongkan atas premis mayor dan premis minor.
Premis mayor (PM atau Premis Umum) adalah premis yang mengandung term mayor yang akan berperan sebagai predikat dalam kesimpulan. Premis minor (Pm atau Premis Khusus) adalah premis yang mengandung term minor yang akan menjadi subjek dalam kesimpulan. Antara premis mayor dan premis minor dihubungkan oleh sebuah term bernama term tengahan atau term penghubung.
Penarikan kesimpulan berdasarkan premis-premis tersebut dikenal dengan istilah silogisme.
Contoh :.
PM : Semua manusia pasti akan mati.
Pm : Pak Ali adalah seorang manusia.
K : Pak Ali pasti akan mati.


Dalam contoh tersebut, yang disebut term mayor adalah pasti akan mati. Yang disebut term minor adalah Pak Ali. Antara premis mayor dan premis minor dihubungkan oleh term tengahan atau term penghubung Semua manusia.

Jenis Silogisme
Silogisme dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu : (a) silogisme kategorial, (b) silogisme hipotetis, dan (c) silogisme alternatif.

Silogisme kate­gorial
adalah silogisme yang premis mayornya mengacu pada golongan, kelas, atau kategori tertentu yang ditandai dengan kata-kata seperti semua, seluruh, segenap, dan setiap. Premis minor silogisme kategorial menyebutkan anggota atau bagian dari suatu kelas atau kategori yang sudah disebutkan dalam premis mayornya.
Misalnya:
PM : Semua PNS adalah abdi negara dan pelayan masyarakat.
Pm : Pak Amir adalah seorang PNS.
K : Pak Amir adalah abdi negara dan pelayan masyarakat.


Silogisme hipotetis adalah silogisme yang premis mayornya mengandung suatu pengandaian (hipotesis). Dalam sebuah hipotesis terkandung suatu anteseden dan akibat. Bila antesedennya benar, akibatnya juga benar. Demikian pula sebaliknya, bila antesedennya salah, akibatnya juga salah.
Misalnya:
PM : Jika harga produksi pertanian merosot, para petani merugi.
Pm : Harga produksi pertanian merosot.
K : Para petani merugi.
Atau:
PM : Jika harga produksi pertanian merosot, para petani merugi.
Pm : Harga produksi pertanian tidak merosot.
K : Para petani tidak merugi.
Silogisme alternatif adalah bentuk silogisme yang premis mayornya mengandung alternatif atau pilihan. Premis minomya memilih atau menolak salah satu alternatif. Kesimpulannya mengacu pada alternatif yang tidak dipilih atau tidak ditolak oleh premis minor.
Misalnya:
PM : Paman membeli Kijang atau Sedan..
Pm : Paman membeli Kijang
K : Paman tidak membeli Sedan.
Atau:
PM : Ani menjaga rumah atau ikut menon­ton film.
Pm : Ani ikut menonton film.
K : Ani tidak menjaga rumah.

Entimem merupakan silogisme yang diperpendek. Penyusunan sebuah entimem diambilkan dari perpaduan premis minor dan kesimpulan.
Misalnya:
Pak Ali abdi negara dan pelayan masya­rakat karena seorang PNS.
Karena termasuk PNS, Pak Ali merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan dan Komentar Anda