Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

01 Desember 2011

Salah Konsep dalam Makna Konotatif

Pada saat pembelajaran di kelas, sering saya lakukan penjajagan pengetahuan siswa terhadap suatu topik yang akan kami bahas. Tujuannya agar diperoleh informasi seberapa jauh penguasaan siswa terhadap topik tersebut untuk selanjutnya saya akan menekankan penguasaan pada materi yang belum dikuasai dengan baik.
Dalam kenyataannya, sering terjadi bahwa para siswa sudah mempelajarinya, bahkan sejak SD maupun SMP, namun sering terjadi salah konsep. Yang paling sering terjadi adalah makna kias disamakan dengan makna konotatif.
Misalnya :
(1) Ayahnya memeras keringat dan membanting tulang demi cita-cita
      anaknya.
(2) Banyak buah penanya yang telah diterbitkan dan dijual bebas.
    
Ternyata para siswa umumnya menganggap bahwa kata-kata bercetakmiring tersebut dianggap kata yang bermakna konotatif, padahal yang benar adalah kata-kata yang bermakna kias. Kekeliruan ini tidak dapat dilepaskan dari kesalahan guru sebelumnya dalam menjelaskan kosep dasarnya. Karena itu, diperlukan pemahaman yang benar dan kecermatan untuk menentukan jenis makna kata dengan tepat.
.
Ragam Makna
Secara garis besar makna dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Makna denotatif dan makna konotatif
    Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya yang tidak memiliki
    tambahasan nilai rasa. Adapun makna konotatif adalah makna kata yang
    memiliki tambahan nilai rasa positif (baik, indah) atau nilai rasa negatif
    (jelek, jahat).



    Contoh :
    (1) Adik minum es teh.
          (bermakna denotatif yaitu air teh manis ditambah gula)
    (2) Ia bekerja sebagai babu.
          (Kata "babu" bermakna denotatif yaitu sama dengan pembantu
          rumah  tangga. Ternyata kata tersebut juga bermakna konotatif,
          negatif yaitu : tambahasan rasa buruk atau jelek).


BERSAMBUNG

b. Makna lugas dan makna kias
c. Makna asosiatif dan makna referensial


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan dan Komentar Anda