Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

03 Maret 2010

Memiliki Sarana dan Prasarana Yang Lengkap

Artikel Ketiga

Kampus yang ideal harus memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Di antaranya lahan kampus yang relatif luas, gedung-gedung untuk ruang kualiah, kantor Rektorat, Fakultas, Jurusan, hingga sekretariat mahasiswa. Beragam laboratorium, tidak lupa sarara olahraga dan seni, termasuk juga masjid juga harus dibangun. Beberapa perguruan tinggi tidak jarang berambisi membangun tower berlantai belasan untuk menambah kebesaran dan kehebatan kampus.
Untuk tujuan ini dana yang sangat besar digelontorkan. Tidak jarang pihak perguruan tinggi berani berhutang di bank untuk mewujudkannya. Diharapkan kelengkapan dan kemegahan sarana dan prasarana tersebut mampu ‘menyihir’ calon mahasiswa baru untuk berbondong-bondong berkuliah di kampus tersebut. Disamping itu diharapkan dapat menunjukkan gengsi dan kebesaran kampus tersebut kepada civitas akademika maupun pihak luar.
Bila kita amati berbagai PTN / PTS besar di Indonesia, mereka berlomba-lomba memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan modern. Beruntunglah PTN dengan dukungan dana besar dari pemerintah. Namun bagi PTS perlu keberanian dan pertimbangan sangat matang. Memang pengadaan dan pembangunan diperlukan. Namun, akan lebih bijak bila tujuannya untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas akademis para mahasiswa.
Berlomba-lomba dalam membangun sarana dan pasarana yang lengkap tidak bisa dihindari. Berpikir surut menghentikan pembangunan justru akan membuat perguruan itu semakin ketinggalan jaman. Tanpa dukungan kualitas akademis yang baik, perguruan tinggi tersebut akan semakin ditinggalkan.
Mengapa demikian? Para calon mahasiswa banyak yang belum paham kualitas suatu perguruan tingg secara mendalami. Umumnya para calon mahasiswa masih melihat ‘gebyar’ kampus tersebut. Kecuali kampus tersebut telah ‘established’ dan telah memiliki nama besar di masyarakat.
Tampaknya, untuk mewujudkan kampus yang ideal tidak bisa dihindari usaha untuk melengkapai sarana dan prasarananya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan dan Komentar Anda