Selamat Datang,

Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, lomba menulis / mengarang, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.

Bagi adik-adik, silakan membaca atau mengkopi isi blog ini untuk keperluan tugas atau lainnya. Sesuai dengan etika ilmiah, silahkan kutip sumbernya yaitu dari blog ini.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Blogmaster



Cara Cepat Mencari Blog Ini>>>>>>>>>>> Ketikkan Wacana Bahasa pada Google

Puisi

Model Membaca Puisi Siswa Kelas XIIA1

06 November 2011

Penulisan Daftar Pustaka

Salah satu bagian yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah murni adalah daftar pustaka atau bibliografi. Keberadaan daftar pustaka mencerninkan kualitas karya ilmiah dan kompetensi penulisnya juga sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan terhadap penulis pendahulunya.
Ketentuan penulisan daftar pustaka antara lain :
- dituliskan pada halaman tersendiri
- disusun menurut abjad dan nama akhir pengarangnya atau lembaga yang
   menerbitkannya,
- setiap pustaka tidak diberi nomor urut seperti: 1,2,3, dan seterusnya;
   atau huruf; seperti: a,b,c,  dan seterusnya.
  Ketentuan penulisan lainnya sebagai berikut:

A. Bila Bersumber dari Buku
(1) Penulisan Nama Penulis
a. Cantumkan nama penulis berdasarkaa abjad tanpa menuliskan titelnya.
    Misalnya:
    Prof. Dr. Budiono, M.Sc. —> Budiono
    Ir. Limantoro, Ph.D. —> Limantoro



b. Jika nama penulis terdiri atan dua unsur kata atau lebih, unsur kata
    terakhir yang dituliskan lebih dahulu, kemudian diberi tanda koma.
    Contoh :
    Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo —> Hutomo, Suripan Sadi
    Prof. Dr. Ramlan Surbakti, M.A. —> Surbakti, Ramlan

c. Jika nana penulisnya dua orang, nama penulis pertama ditulis
    sebagaimana ketentuan `(b) di atas dan nama penulis kedua tetap.
    Contoh :
    Dede Oetomo, Ph.D. dan Dr. Daniel Sparingga
     —> Oetomo, Dede dan Daniel Sparingga

d. Jika penulis buku lebih dari dua orang, nama penulis pertama (utama)
    mengikuti ketentuan (b) di atas, diikuti singkatan dkk. yang merupakan
    singkatan dan kawan-kawan.
    Contoh:
    Halim, Amran, dkk.Oka, I Gusti Ngurah. dkk.

e. Jika nama penulisnya tidak ada atau tidak dicantumkan, maka yang
    dituliskan adalah nama lembaga yang menerbikannnya.
    Contoh:
    Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,
    Lembaga Administrasi Negara,

f. Bila buku itu disusun oleh seorang editor, di belakang nama
   pengarangnya dituliskan kata Editor di dalam kurung.
   Contoh:
   Koentjaraningrat (Editor).
   Moeliono, Anton (Editor).

g. Gelar kesarjanaan tidak perlu dituliskan, tetapi gelar kebangsawanan
    atau keturunan tetap harus dituliskaa
    Contoh:
    Drs. Aliman —> Aliman
    R. Ng Poerbarjaraka —> Poerbatjaraka, R. Ng

(2) Tahun Terbit
a. Tahun terbit dicatat sesudah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan
    diakhiri titik pula.
    Contoh:
    Arifin, E Zaenal. 1984.
    Jassin, H.B. 1988.

b. Bila dua buku dituiis seorang pengarang tetapi tahun terbitnya tidak
    sama, urutan penulisannya berdasarkan tahun terbitnya.
    Contoh:
    Koentjaraningrat.1982.
    Koentjaraningrat.1986.

c. Bila dua buku ditulis oleh seorang dalam tahun yang sama,  sesudah
    angka tahun terbit dapat dituliskan huruf a dan b sebagai pembeda.
    Contoh :
    Koentjaraningrat.1986.a.
    Koentjaraningrat.1986.b.

d. Jika buku itu tidak menyebutkan tahun penerbitannya, dibelakang
    nama pengarang dituliskan kata “'Tanpa Tahun".
    Contoh:
    Damono, Sapardi Djoko. Tanpa Tahun.

(3) Judul Buku
a. Judul buku ditulis sesudah tahun terbit kemudian digarisbawahi (bila
    menggunakan mesin ketik manual) atau dituiis miring / italic bila ditulis
    menggunanakan komputer.
    Contoh:
    Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik.
    Oka, I Gustu Ngurah. 1994. Linguistik Umum.

b. Jika mengambil sumber dari karya ilmiah yang belum dipublikasikan,
    maka judul hanya dituliskan dalam tanda petik ["].
    Contoh:
    Gambur, Fransiscus. 1989. "Budaya Keluarga Besar".

(4) Tempat Terbit
a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik
    dua [:].
    Contoh:
    Junus, Umar 1980. Sosiologi Sastera. Kuala Lumpur:
    Koentjaraningrat 1984. Budaya Jawa. Jakarta:

(5) Nama Penerbit
a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik
    dua.
    Contoh :
    Koentjaraningrat. 1984. Budaya Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
    Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kanus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

b. Jika nama pengarang tidak ada, maka nama lembaga penerbttnya yang
    menggantinya, sesudah nama tempat terbit tidak perlu dituliskan lagi
    nama penerbitnya
    Contoh :
    Panitia lstilah Manajemen Lembaga PPM. 1977. Himpunan Istilah 
              Manajemen. Jakarta.

B. Bila Bersumber dari Majalah
Acuan penulisan karya ilmiah dapat mengambil sumber dari majalah.
Urutan penulisannya dalam daftar pustaka adalah : nama pengarang, tahun
terbit, judul artikel, nama majalah digarisbawahi dan didahului kata "Dalam".
Nomor Majalah, bulan terbit, dan tahun penerbitan ke berapa yang
ditempatkan dalam tanda kurung dengan dibatasi tanda koma dan tempat
terbit.
Contoh:
Semiawan, Cony. 1989. “Terkembangan Sikap Persahabatan pada Anak-
          anak". Dalam Pertiwi 83. (Juni. HI), Jakarta.

C. Bila Bersumber dari Koran atau Surat Kabar
Suraf kabar juga dapat dijadikan sumber-pustaka. Aturan penulisannya
ada!ah : nama pengarang, tahun terbit, judul artikel (diberi tanda petik),
nama surat kabar (digarisbawahi), dan didahului kata "Dalam", tanggal
terbit, tempat terbit.
Contoh:
Simanungkalit, Tohab. 1987. "Masih Belajar di Tingkat Dua Demokrasi
          Kita" Dalam Prioritas. 4 Mei 1987. Jakarta.

D. Bila Bersumber dari Antologi
Jika sumber acuan itu berasal dari antoiogi, urutan penulisannya adalah
nama pengarang, tahun terbit, judul makalah, judul antologi/buku
(didahului kata "Dalam", tempat terbit, dan nama penerbit.
Contoh:
Junus, Umar. 1986. "Kebudayaan Minangkabau. Dalam Koentjaraningrat"
          (Editor). Manusia dan Kebudayaan.Jakarta: Jambatan.

E. Bila Bersumber dari Internet
Jika berumber dari artikel di internet, cara penulisannya :
Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul artikel
[cetak miring-titik] spasi dalam [nama media cetak lengkap dengan tanggal,
bulan, tahun, dan waktu mengunduhnya-titik].
Contoh:
Johan Wahyudi. 2010. Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit dalam
http://media. kompasiana.com /buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak
-penerbit/ diunduh pada Sabtu, 22 Januari 2011 jam 08.12.

1 komentar:

Masukan dan Komentar Anda