(In memoriam
Bayu, Di nisan batu)
ibu …
salahkah aku
kala rindu membeku di pagar bisu
kini menjelma ular berbisa yang mengoyak-koyak luka
ibu .,..
dulu bersemi rindu
kau lempar aku dalam pelukan babu
jika mau menyusu kau jejali aku sebotol tetek lembu
kau pergi
mencari harga diri
atau memang tidak tahu diri
sementara ayah terbang mengejar bayang di negri seberang
hingga kini lupa pulang
karena rumah hanyalah kotak kosong penuh bohong
menggerus hatiku kosong melompong
rindu dendamku bermuarakan candu
anyir kali jagir empang mandiku
dingin besi stasiun Wonokromo kolong tidurku
malam-malam bercengkerama
di sorga cinta dengan bidadari penjaja
ibu …
kini kakiku kaku ngilu
aortaku gemerecap penuh setan merayap
otakku berderak-derak seakan meledak-ledak
aku sekarat
maafkan aku
bila sampai detik akhirku
jangan ada tetes mata
jatuh untukku
ibu ….
dalam sudut hatiku
masih tersisa puing-puing rindu
bila menyergap suatu saat
jangan kau tutup jendela kamarku
kukan menyelinap dengan cepat
curahkan rindu yang tersisa
Wonokromo, 2004
Selamat Datang,
Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.
Terima kasih atas kunjungan Anda.
Blogmaster
30 Oktober 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)









0 komentar:
Poskan Komentar
Masukan dan Komentar Anda