Oleh :
Arss Sakti Amry S
Suara adzan isya’ berkumandang dimana-mana. Para penduduk desa Weringin berbondong-bondong menuju ke masjid untuk melaksanakan ibadah shalat isya’ dan Tarawih. Karena ini adalah bulan Ramadhan maka semua penduduk sangat bersemangat dalam melaksanakan ibadah-ibadah.
Malam itu Beni yang di kampunya terkenal sebagai pemuda yang bandel dan keraskapala hendak pergi ke masjid. Sebelumya ia mengajak beberapa temannya untuk pergi ke masjid.
”Hai, Dick ayo00 kita ke Masjid yuuk,....! inikan bulan yang penuh berkah.....!” teriak Beni di depan rumah Dicky.
”Oh...Beni ayo Ben kebetulan aku juga mau berangkat ke Masjid” jawab Dicky.
”lihat tuh ada Rio dan Doni, kita ajak sekalian aja.” tambah Beni.
***
Akhirnya mereka berangkat ke Masjid bersama-sama, karena jarak dari rumah mereka kemasjid cukup jauh maka ulah nakal Beni pun muncul.
”Teman-teman daripada kita capek-capek ke Masjid mending kita beli minum dulu di warungnya Buk Sri.” kata Beni.
”Ah, gak usah ini sudah adzan lho..nanti kita telambat....!”jawab Doni.
”Udah gak apa-apa kita cuman sebentarkok.”sahut Dicky.
”Lho kamu ini gimana sih Ben tadi ngajak ke Masjid, eh sekarang kamu malah ngajak nongkrong.” bantah Rio.
Sesampainya di warung ternyata Beni berlama-lama dan memeaksa temam temanya untuk tidak pergi ke masjid.
”Wah, kalu gini aku pergi ke Masjid sama Rio aja.” kata Doni.
”Kamu itu di Bulan yang penuh berkah ini seharusnya menambah amal ibadah bukanya malah namba-nambah maksiatnya.” Tambah Rio.
***
Katika di masjid Rio dan Dino langsung mengambil air wudlu dan bergegas Shalat karena kitika datang mereka sudah masbuk. Setelah shalat mereka berdua melanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah.
”Jamaah hari ini banyak sekali.”kata Rio.
”Iya memang hari ini, tidak seperti biasanya.”sahut Dino.
Setelah shalat isya’ dan shalat tarawih mereka berdua ikut tadarus Alqur’an.
Semantara itu, Beni dan Dicky masih saja bergurau sambil menepuk-neoukkan pecinya kekursi. Sambil membawa segelas es teh Beni tertawa terbahak-bahak seakan lupa akan tujuan awalnya.
”Ben ini sudah waktunya Tadarus nih, kita kesana yuuuk....!”ajak Dicky anak yang bertubuh gendut ini sambil mengunyah makananya.
”iya iya disana ada banyak makanan, kita bisa makan gratis sepuasnya di sana.”jawab Beni.
Sambil mengunyah makanan keduanya berlari menuju ke masjid.
***
”Don Don itu Beni dan Dicky.”teriak Rio.
”iya mau apa mereka kisini ?”tanya Doni.
”mungkin mereka mau tadarus...!”jawab Rio.
”Hai Doni, Rio.......!”teriak Beni.
Tak lama kemudian Beni dan Dicky langsung menyerbu makanan di sebelah pintu yang sengaja disediakan untuk mereka yang mengaji. Tanpa punya rasa malu Beni memakan segala makanan yang ada.
”Hai, hai Ben makanan itu kan untuk orang yang tadarus.”teriak Dicky.
”Masa bodoh makanan ini kan disuguhkan di masjid berarti juga untuk orang yang ada di masjid.”jawab Beni
”ah aku gak ikut-ikutan.”tambah Dicky.
***
Setelah beberapa lama kemudian tadarus d imasjid selesai. Ada yang pulang tetapi ada juga yang masih di masjid. Benipun merasa kenyang, ia kemudian menghampiri Doni dan Rio. Mereka kemudian ngobrol lama tetapi krena kekenyangan Beni tertidur.
”Don, Dick gimana nich Beni tertidur tuh.”kata Rio.
”Iya, tapi ini sudah waktunya sahur ayo kita keliling untuk membangunkan orang sahur !.”kata Doni sambil mennjuk arah jam 2 malam.
”Sudah biarkan saja, lagian dia nanti malam marah kalau kita bangunkan.”tambah Dicky.
”Iya Beni biar tidur di sini saja, kan di sini ada bapak-bapak yang menjaga masjid.”kata Rio.
”Kalau begitu ayo keliling dulu nanti kita kembali ke sini untuk membangunkan Beni sahur.”tamabah Doni.
***
Sementara itu Beni yang tertidur lelap tidak sadar kalau dia ngompol. Beberap saat kemudian Doni, Rio, dan Dicky tiba di masjid tetapi mereka bingung karena Beni tidak ada di tempnya. Mereka menanyakan kepada semua orang yang ada di masjid akan tetapi mereka semua tidak tahu.
Di tengah-tengah persawahan desa, tiba-tiba Beni terbangun karena kedinginan. Tetapi ketika bangun Beni sangat terkejut karena berada di tengah sawah yang gelap gulita. Ia langsung lari terbirit sambil berpikir mengapa dia bisa berada di tengah sawah, sehingga karena ketakutanya ia sampai pipis di celana dan merasa menyesal atas perbuatanya pada malam itu.
***
Arss Sakti Amry S.
XI IPA 1
03
Selamat Datang,
Blog ini berisi segala wacana yang berhubungan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Di antaranya tentang wacana bahasa dan sastra Indonesia, bahan ajar, pusi, cerpen, penelitian, hingga tes kebahasaan.
Saya berharap ada kritik dan saran Anda yang dapat menyempurnakan blog ini.
Terima kasih atas kunjungan Anda.
Blogmaster
30 Maret 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)









0 komentar:
Poskan Komentar
Masukan dan Komentar Anda